Wisata Fiji Pulau Bulan Madu

Wisata Fiji Pulau Bulan Madu

Alasan Wisata ke Fiji Pulau Bulan Madu di Samudra Pasifik

Alasan Wisata ke Fiji Pulau Bulan Madu di Samudra Pasifik – Fiji semakin terkenal setelah menjadi lokasi syuting aktor Hollywood, Tom Hanks, dalam film Cast Away. Nama negara di Kepulauan Pasifik ini juga semakin harum karena menjadi salah satu yang paling cepat terbebas dari virus corona.

Ada 332 pulau di Fiji, dan hanya 110 pulau yang dihuni. Sembilan pulau utama di sini ialah; Viti Levu, Vanua Levu, Taveuni, Kadavu, Pulau Yasawa, Pulau Mamanuca, Pulau Lomaiviti, Pulau Lau, dan Rotuma.

Salah satu kondisi alam paling mengkhawatirkan di sini ialah badai tropis yang terjadi antara November sampai April. Selebihnya matahari bersinar hangat sepanjang tahun.

Kawanan hiu tidak akan mendekati manusia jika tak diganggu. Namun serangan hiu yang terjadi belakangan ini seakan mendatangkan mendung bagi pelaku wisata bahari.

Museum Florida di Amerika Serikat selama ini mencatat kasus serangan hiu di dunia. Dari data yang diperoleh diketahui bahwa terjadi peningkatan jumlah kasus serangan hiu sejak tahun 1980 hingga tahun 1990, dari yang sebanyak 226 kasus menjadi 500 kasus.

Jumlah kasus serangan hiu meningkat pada tahun 2000 hingga tahun 2009, yakni sebanyak 691 kasus. Turis Indonesia bebas visa ke Daftar Poker IDNPlay dengan menggunakan visa on arrival yang berlaku selama 30 hari. Informasi visa ke Fiji bisa diketahui di sini.

Berikut sejumlah alasan yang mungkin bakal membuat Anda tak sabar untuk berwisata ke Fiji: Kegiatan snorkeling atau diving sudah pasti bisa dilakukan di Fiji. Ada sekitar 1.000 spesies ikan yang bermukim di sini.

Yang sedikit melegakan, jumlah kasus serangan hiu yang mematikan mulai berkurang. Sehingga jika masih ada serangan hiu, kemungkinan besar korbannya masih masih dapat bertahan hidup.

Cara untuk menghindari diri dari serangan hiu

Kalau masih merasa paranoid saat wisata bahari, pengamat pariwisata Llyod Figgins mengatakan bahwa serangan hiu bukanlah penyebab kematian utama bagi turis. Data jumlah kasus tersebut sebenarnya menunjukkan kalau manusia bisa bertahan dalam kasus serangan hiu.

“Selfie di tempat berbahaya bahkan sepuluh kali lebih berbahaya dari serangan hiu. Jika membandingkan serangan hiu dengan serangan binatang lain, nyamuk malah lebih mematikan.

Tercatat ada 400 ribu jumlah kematian turis akibat nyamuk. Bahkan kasus serangan sapi yang mematikan juga lebih banyak dari hiu, yakni 22 kasus,” kata Figgins seperti yang dikutip dari Lonely Planet pada Senin.

Ada banyak cara untuk menghindari diri dari serangan hiu saat wisata bahari. Cara yang pertama, usahakan menyelam dalam kelompok dengan banyak orang. Berenanglah mendekat satu sama lain.

Di luar Pulau Viti Levu, tempat sekitar 75 persen populasi di Fiji tinggal, kesuburan bawah laut Fiji masih sangat terjaga. Pasalnya, hiu bakal menyerang “musuhnya” yang terlihat sendirian.

Ada tiga lapangan golf besar di Pulau Viti Levu, yang paling populer ialah Natadola Bay Championship Golf Course dan Denarau Golf Club. Bagi yang gemar golf, silakan mengayunkan tongkat di tengah pemandangan daratan dan lautan nan indah di Fiji.

Yasawa menjadi pulau paling populer untuk ‘mantai’ di sini. Rasanya tak ada pantai yang jelek di Fiji, karena ada lusinan pantai berpasir putih dan berair bak biru turkis di sini. Ombaknya juga tenang, sehingga bisa santai berjemur di pinggirannya.

Jangan lupa mencicipi kokodo, sajian ikan bakar yang dilumuri saus kelapa, jeruk, bawang putih, dan tomat saat wisata kuliner di Fiji. Tak hanya ikan, ada banyak santapan laut segar yang bisa dinikmati di sini. Selain di hotel bintang lima, harga menunya tentu saja lebih murah.

Baca juga : Mengintip Persiapan New Normal Pariwisata

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *